Minggu, 26 April 2009




Keterangan Foto : TAHBISKAN : Uskup Keuskupan Sibolga Mgr Ludovikus Simanullang OFM Cap saat memberikan Tahbisan Presbiterat (Imamat) atau mentahbiskan Diakon/Frater menjadi Pastor, di Gereja Katolik Kristus Raja Semesta Alam di Jalan P Sidempuan Kecamatan Sarudik Kab Tapanuli Tengah. Foto : TIGOR MANALU

Uskup Keuskupan Sibolga Tahbiskan 8 Diakon/Frater Jadi Pastor
TIGOR MANALU - SIBOLGA
Uskup Keuskupan Sibolga Mgr Ludovikus Simanullang OFM Cap memberikan Tahbisan Presbiterat (Imamat) atau mentahbiskan 8 Diakon/Frater menjadi Pastor, di Gereja Katolik Kristus Raja Semesta Alam, Jalan P Sidempuan, Kecamatan Sarudik, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Kemarin.

Kedelapan Diakon/Frater yang ditahbiskan meliputi Projo Keuskupan Sibolga masing - masing Diakon Emanuel Mole Wae asal Paroki Roh Kudus Mataloko Keuskupan Ende, Diakon Rudolfus Supratman asal Paroki St Petrus Colol Keuskupan Ruteng dan Diakon Eduard Aryanto Talu Oly asal Paroki Sang Penebus Waingapu Keuskupan Weetebula Sumba.

Kapusin Provinsi Sibolga masing - masing Frater Yusuf Silaban OFM Cap asal Paroki St Hilarius Tarutung Bolak, Frater Martinus Situmorang OFM Cap asal Paroki St Mikael Tumbajae, Frater Pius Ndruru OFM Cap asal Paroki Maria Ratu Surga Togizita, Frater Dominikus Sibagariang OFM Cap asal Paroki St Hilarius Tarutung Bolak dan dari Keuskupan Pangkal Pinang Diakon Kamilus Bazarotodo Duha asal Paroki St Maria Diangkat ke Surga Teluk Dalam.

Pentahbisan tersebut ditandai dengan misa dan diisi koor serta pengurapan minyak suci yang dilanjutkan pengepalan tangan diatas kepala masing - masing diakon/frater oleh Uskup disusul seluruh pastor yang hadir.

Uskup Keuskupan Sibolga Mgr Ludovikus Simanullang OFM Cap, dalam kotbahnya mengingatkan, agar tetap bersatu dengan Kristus saat menghadapi tantangan dan kesulitan.

“Taat kepadaNya dengan bertindak atas namaNya seperti dilakukan oleh para rasul. Selibat yang kamu hayati dan hidup rohani yang dalam akan membuat persatuanmu dengan Kristus mesra dan mendalam,” katanya seraya menambahkan, kalian dapat mengasihi Kristus lebih dari yang lain dan mengembalakan domba - dombaNya seperti moto pentahbisan “Gembalakanlah kawanan domba Allah yanga ada padamu”.

Tugas pengembalaanmu ialah mengumpulkan orang masuk ke dalam umat Allah dengan memberi pembaptisan, mengampuni dosa orang atas nama Kristus dan gereja di dalam sakramen tobat, menyemangati orang sakit dengan minyak suci, memimpin berbagai upacara liturgi, mengaturkan doa pujian dan permohonan dalam ibadat harian bukan hanya untuk umat Allah saja melainkan untuk seluruh umat manusia.

“Dan ingatlah bahwa untuk inilah kalian dipilih dari antara manusia dan ditetapkan bagi manusia,”tutur Uskup.

Sebelumnya acara pentahbisan diawali penjemputan rombongan Uskup dan Diakon dari Keuskupan Sibolga di Jalan AIS Sibolga, perarakan diiringi drum band SMP Fatima 2 Sibolga disusul barisan diakon/frater yang ditahbiskan didampingi orang tua masing-masing, para pastor dan umat.

Dilanjutkan acara resepsi /ramah tamah dan makan malam bersama dimana pada kesempatan itu para pastor yang baru ditahbiskan diupa - upa dan diulosi oleh panitia didampingi perwakilan umat, penyampaian kata - kata sambutan masing - masing Ketua Panitia B Sitohang, mewakili umat, mewakili orang tua, mewakili pastor dan Uskup diselingi hiburan.

Minggu, 05 April 2009


Keterangan Foto : POTONG KUE : Pengurus Inang – inang Parengge – rengge Group Mela yang dikukuhkan, Ketua Uma Ari Br Tupang dan Wakil Ketua I Op Deza Br Simamora saat memotong kue HUT ke 15 yang didampingi, Sekretaris Uma Hotlin Br Juntak dan Wakil Sekretaris Uma Tulus Br Tupang, Bendahar Uma Peppy Br Simamora, Seksi Rohani Uma Tulus Br Tupang dan Uma Rondang Br Gultom, dilokasi pasar pagi Desa Mela I, Kecamatan Tapaian Nauli, Tapteng. Foto : TIGOR MANALU

Keteangan Foto : DIKUKUHKAN : Pengurus Inang – inang Parengge – rengge Group Mela yang dikukuhkan, Ketua Uma Ari Br Tupang, Wakil Ketua I Op Deza Br Simamora, Sekretaris Uma Hotlin Br Juntak dan Wakil Sekretaris Uma Tulus Br Tupang, Bendahar Uma Peppy Br Simamora, Seksi Rohani Uma Tulus Br Tupang dan Uma Rondang Br Gultom, dilokasi pasar pagi Desa Mela I, Kecamatan Tapaian Nauli, Tapteng. Foto : TIGOR MANALU

Keterangan Foto : DIBERANGKATKAN : Ir Leo Nababan saat diberangkatkan oleh Pengurus Inang – inang Parengge – rengge Group Mela untuk berjuang menuju Palemen pusat, dilokasi pasar pagi Desa Mela I, Kecamatan Tapaian Nauli, Tapteng. Foto : TIGOR MANALU



Keterangan Foto : DIULOSI : Ir Leo Nababan dan artis Ibu Kota, Putri Silitonga saat diulosi oleh Pengurus Inang – inang Parengge – rengge Group Mela, dilokasi pasar pagi Desa Mela I, Kecamatan Tapaian Nauli, Tapteng. Foto : TIGOR MANALU
Parengge - Rengge Grop Mela Berangkatkan Ir Leo Nababan Menuju Parlemen Pusat
# Pengurus Parengge – rengge Dikukuhkan Dan Rayakan HUT Ke-15
TIGOR MANALU - TAPTENG
Pengukuhan Pengurus Inang – Inang Parengge – rengge (Ibu – Ibu Perdagang) Gorup Mela dan HUT ke – 15 perkumpulan, berlangsung meriah yang dihibur artis Ibu kota, Putri Silitonga serta dihadiri Ir Leo Nababan, dilokasi pasar pagi Desa Mela I, Kecamatan Tapaian Nauli, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sabtu malam (4/4).

Ketua Umum Kumpulan Inang – Inang Parengge – rengge Gorup Mela, Uma Ari Br Tupang didampingi, Uma Peppy Br Simamora dalam sambutannya menjelaskan bahwa awal terbentuknya perkumpulan Parengge - rengge di Mela I yang menjual sayur – sayuran dan ikan basah, digagasi tiga orang pendirinya masing – masing, Alm Op Brianus Br Tumeang, Op Deza Br Simamora dan Uma Ari Br Tupang.

Dulunya, sekitar 24 tahun lalu pasar pagi Desa Mela I masih disebut dengan istilah Onan Jonjong (Pasar Berdiri) karena pedagang melayani pembeli dengan cara berdiri dan saat itu lokasinya tepat berada di depan rumah Alm Op Brianus Br Tumeang. Kemudian sering dengan kemajuan, nama Onan Jonjong dirumbah menjadi pasar Pagi dan lokasinya di pindahkan dengan penataan seadanya hingga saat ini.

Namun, perkumpulan ini berdiri 15 tahun lalu dan baru kali ini dapat merayakan HUT ke - 15 Perkumpulan Parengge – rengge dan saat ini anggota yang terdaftar dalam perkumpulan inang – inang Parengge – rengge Group Mela sebanyak 43 orang.

“Selama dalam perjalanan perkumpulan ini sangat berjalan baik dan bahkan sesuai aturan yang kita buat, di mana bila ada pesta adat dari anggota atau kemalangan maka perkumpulan akan memberikan bantuan social. Ini lah salah satu program perkumpulan dan sekaligus menjalin kebersamaan sesame antar inang – inang parengge – rengge yang ada di desa Mela dalam membantu penghasilan suami,”jelasnya.

Kepala Desa (Kepdes) Mela I yang di Wakili Kepala Lorong (Keplor), T Sihombing berharap agar inang – inang parengge – rengge dapat selalu menjaga kebersihan lokasi pasar, sehingga pembeli merasa betah untuk dating berbelanja di Mela.

“Saya menyampaikan selamat HUT ke – 15 bagi perkumpulan ini, sehingga kedepan perkumpulan semakin maju, baik dari segi social maupun dalam menopang perekonomian keluarga,”ungkapnya.

Senada dengan itu, Op Deza Panjaitan mewakili masyarakat mengatakan, agar perkumpulan Inang – inang Parengge – rengge menjauhi sikap Hotel (Hosom, Teal dan Late) yang artinya Iri, Dengki dan Sirik. Bila hal ini dapat dijauhi maka kedepan seluruh dagangan para parengge – rengge akan laku dan terbinanya hubungan harmonis di desa Mela I.

Sementara itu, Ir Leo Nababan mewakili undangan mengaku bangga dan terharu atas undangan yang disampaikan kumpulan Inang – inang Parengge – rengge Group Mela. “Undangan inang – inang ini, suatu kehormatan dan tidak ternilai harganya bagi saya, karena baru kali ini saya diundang langsung oleh Parengge - rengge untuk bertatap muka dan saling tamah ramah,”ujar Leo.

Dikatakan Leo, dari 36 negara yang sudah dijalaninya termasuk Negara Indonesia tercinta ini, mulai dari Sambang hingga Merauke untuk istilah nama Parengge – rengge tidak ada, terkecuali nama parengge – rengge hanya ada di Tanah Batak.

“Saya menilai, Inang – inang Parengge – rengge memiliki etos kerja yang top di seluruh dunia. Sebab inang – inang ini sudah start bekerja pada pukul 3 subuh guna mempersiapkan rengge – renggenya (Dagangan) untuk dijual di pasar, dan itu lah menjadi suatu itos perjuangan hidup juga dalam menopang perekonomian di rumah tangga untuk kelanjutan anak – anaknya bersekolah,”tukasnya.

Untuk itu, katanya, para Inang – inang Parengge – rengge harus bangga dengan suatu pekerjaan tersebut dengan dibarengi doa, sehingga segala sesuatu yang dikerjakanan dan sesuai dengan kehendakNya maka akan menuai yang baik.

“Mari kita bimbing para anak – anak untuk menjadi dapat meraih keberhasilan pada masa mendatang, sehingga kelak menjadi suatu kebanggaan bagi para orang tuanya dan bangsa Indoensia,”ujar Leo Nababan.

Adapun Pengurus Inang – inang Parengge – rengge Group Mela yang dikukuhkan, Ketua Uma Ari Br Tupang, Wakil Ketua I Op Deza Br Simamora, Sekretaris Uma Hotlin Br Juntak dan Wakil Sekretaris Uma Tulus Br Tupang, Bendahar Uma Peppy Br Simamora, Seksi Rohani Uma Tulus Br Tupang dan Uma Rondang Br Gultom.

Pada kesempatan itu, Ir Leo Nababan dan artis Ibu Kota, Putri Silitonga diulosi oleh Pengurus Inang – inang Parengge – rengge Group Mela dan sekaligus pemotongan kue HUT ke -15, sehingga ribuan undangan yang hadir memberikan aplus kepada Ir Leo Nababan.

Minggu, 15 Maret 2009




Keterangan Foto : TERBAKAR : Sejumlah mess (Barak) milik kontraktor di area proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Labuan Angin, di Desa Poriaha, Kecamatan Tapian Nauli, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) ludes terbakar, namun saat dalam peristiwa tersebut tidak ada korban jiwa. Foto : TIGOR MANALU

Mess PLTU Labuhan Angin Terbakar
TIGOR MANALU - TAPTENG
Sejumlah mess (Barak) milik kontraktor di area proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Labuan Angin, di Desa Poriaha, Kecamatan Tapian Nauli, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) ludes dilalap si jago merah, Sabtu (14/3).
Informasi yang dihimpun Global, pada peristiwa kebakaran tersebut tidak ada korban jiwa, namun api berhasil melalap habis seluruh mess termasuk kantin yang terbuat dari papan tripleks dan broti yang selama ini digunakan sebagai tempat tinggal karyawan perusahaan tersebut.
Kepala proyek PLTU Labuhan Angin, Aji Sutrisno saat dikonfirmasi Global, Minggu (15/3) melalui selularnya membenarkan adanya kebakaran yang meludeskan mess karyawan dan kantin di area PLTU. Namun, kejadian kebakaran itu sama sekali tidak berpengaruh terhadap aktifitas PLTU Labuan Angin.
“Saya baru saja pulang dari Jakarta dan sekarang sedang berada dalam perjalan menuju kota Sibolga dan saya telah menerima laporan kejadian kebakaran tersebut. Berdasarkan laporan dari bertugas kita di sana, peristiwa kebakaran berlangsung sekitar pukul 15:30 Wib dan berhasil di padamkan pada pukul 16:15 Wib, tapi tidak ada korban jiwa dan tidak mempengaruhi aktifitas PLTU,”ungkap Aji seraya menambahkan, tidak ada kantor yang terbakar dalam peristiwa itu.
Dikatakan, untuk mengantisipasi terjadinya musibah kebakaran, pihak PLTU sudah menyediakan peralatan pemadaman kebakaran. “Karena kita mempunyai peralatan kebakaran, sehingga kejadian kebakaran yang menghanguskan 3 rungan mess berikut kantian berhasil dengan cepat berhasil dipadamkan. Namun, jumlah kerugian yang dialami belum dapat kita hitung,”tukasnya.
Ketika ditanya asal penyebab kebakaran di kompleks PLTU Labuhan Angin, Aji mengaku bahwa kemungkinan asal api berasal dari arus pendek yang terjadi pada peralatan elektronik milik karyawan.
“Menurut informasi, kemungkinan penyebab kebakaran karena arus pendek yang terjadi pada peralatan elektronik seperti dispenser atau rice cooker milik karyawan,”ujarnya.